ANALISA LUKISAN DADAISME
Tugas Pengaderan Fakultas Arsitektur dan Desain
Saniyah Azzaliyah Putri ; Desain Komunikasi Visual ; 19052010024 ; Dadaisme
Dada atau Dadaisme merupakan
gerakan budaya atau seni yang lahir di wilayah netral, yaituZurich, Switzerland selama masa Perang Dunia 1 (1916-1920). Gerakan ini
meliputi seni visual, sastra (puisi, pertunjukan seni, teori seni), teater dan desain grafis. Gerakan ini berfokus pada politik anti perangnya melalui penolakan pada aturan
seni yang berlaku melalui karya budaya anti seni. Dadaisme merupakan aliran pemberontak di
antara seniman dan penulis.
Ciri khas lukisan
dadaisme adalah sebagai berikut:
- Karya terkesan
sangat sederhana, primitif, dan terbelakang
- Karya terkesan
mengerikan dan menakutkan
- Karya dilatarbelakangi oleh perang dunia 1
- Karya dilatarbelakangi oleh perang dunia 1
Seniman : Raoul Hausmann 1886–1971
Judul Asli : Der Kunstkritiker
Media : Litograf
Dimensi : 318 x 254 mm
Salah satu pendiri kelompok Dada Berlin adalah Raoul Housmann yang menciptakan karya berjudul "The Art Critic" pada tahun 1919-1920 sebagai bentuk ketidaksetujuannya melalui photomontage yang berjudul The Art Critic. karyanya menentang gagasan kritikus seni tradisional mengenai kualifikasi kritikus untuk memutuskan apa itu seni yang modis atau dapat diterima dikarenakan ia mendukung berbagai bentuk seni baru. Karya ini juga merupakan penentangan terhadap pengaruh uang pada masa kapitalis. Perlu diketahui bahwa Subjek utama dari karya
Hausmann jelas merupakan kritikus seni.
Dia menggunakan apa yang tampak seperti potongan manusia dengan kepala yang terlalu besar. Pria itu diidentifikasi sebagai George Grosz. Grosz, yang adalah sesama anggota gerakan Dada. Mata dan mulut pria itu digambar dengan pensil warna diatas kertas kecil. Dia memegang pensil yang besar dan ada seorang wanita dan pria yang dipotong dari koran. Fragmen uang kertas Jerman di belakang leher kritikus menunjukkan bahwa ia dikendalikan oleh kkeuatan kapitalis. Kata - kata di latar belakang adalah bagian dari poster puisi yang dibuat oleh Hausmann untuk ditempelkan di tembok Berlin.
Dia menggunakan apa yang tampak seperti potongan manusia dengan kepala yang terlalu besar. Pria itu diidentifikasi sebagai George Grosz. Grosz, yang adalah sesama anggota gerakan Dada. Mata dan mulut pria itu digambar dengan pensil warna diatas kertas kecil. Dia memegang pensil yang besar dan ada seorang wanita dan pria yang dipotong dari koran. Fragmen uang kertas Jerman di belakang leher kritikus menunjukkan bahwa ia dikendalikan oleh kkeuatan kapitalis. Kata - kata di latar belakang adalah bagian dari poster puisi yang dibuat oleh Hausmann untuk ditempelkan di tembok Berlin.
Keseluruhan The Art Critic membuat ejekan tentang
apa yang akan dianggap kritikus sebagai seni murni. Karya itu jauh
dari bentuk ekspresionisme Jerman yang biasa. Berisi potongan dan kata-kata
acak. Beberapa bagian digambar tangan. Penempatan benda-benda tampak
sewenang-wenang. Bahkan pilihan warna untuk latar belakang Hausmann tidak
biasa. Segala sesuatu tentang The Art Critic tidak biasa. Hausmann memilih
untuk mengabaikan aspek seni tradisional yang menyenangkan. Karena sangat
berbeda, Hausmann mampu menegaskan bahwa seni tidak harus diciptakan untuk
menyenangkan satu orang atau kelompok. Seni adalah ciptaan individu. Seni hadir
dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan bahan. Dan yang paling penting bagi
Hausmann, gaya seni baru harus diterima tanpa menyimpang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar